logo pks kepualuan riau

Website Resmi
Fraksi PKS Kepulauan Riau

Fraksi PKS, Penyambung Aspirasi Masyarakat
Kepulauan Riau

dprd kepriau (3)

Memperbanyak Doa Selama Ramadan (Catatan Memetik Hikmah Ramadan ke-7)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat. Dalam bulan ini, Allah SWT membuka pintu ampunan, melipatgandakan pahala, dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama Ramadan adalah memperbanyak doa. Doa adalah bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT yang mencerminkan ketergantungan dan ketundukan total kepada-Nya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku…” (QS. Al-Baqarah: 186). Ayat ini menegaskan bahwa doa memiliki posisi istimewa dalam hubungan antara manusia dan Tuhannya, terutama dalam bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Hadis Rasulullah SAW juga menguatkan keutamaan doa di bulan Ramadan. Beliau bersabda: “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa dengan harapan dikabulkan oleh Allah SWT.

Banyak ulama juga menekankan pentingnya doa selama Ramadan. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin menyebutkan bahwa Ramadan adalah saat di mana hati manusia lebih bersih dan lebih mudah untuk khusyuk dalam beribadah, termasuk berdoa. Oleh karena itu, doa di bulan ini harus diperbanyak dan dilakukan dengan penuh penghayatan.

Tulisan ini akan membahas lebih lanjut tentang keutamaan doa di bulan Ramadan, waktu-waktu mustajab untuk berdoa, serta adab-adab dalam berdoa agar lebih dikabulkan oleh Allah SWT.

Salah satu alasan mengapa doa memiliki keutamaan khusus di bulan Ramadan adalah karena Ramadan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185). Al-Qur’an sendiri banyak berisi doa-doa yang diajarkan kepada umat Islam untuk dipanjatkan kepada Allah SWT.

Selain itu, terdapat beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa selama Ramadan. Di antaranya adalah:

1. Saat berbuka puasa – Sebagaimana disebutkan dalam hadis sebelumnya, doa orang yang berpuasa menjelang berbuka tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

2. Sepertiga malam terakhir – Rasulullah SAW bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya…’” (HR. Bukhari & Muslim).

3. Malam Lailatul Qadar – Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini adalah waktu yang sangat istimewa untuk berdoa.

4. Saat sujud dalam salat – Rasulullah SAW bersabda: “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia dalam keadaan sujud. Maka perbanyaklah doa saat itu.” (HR. Muslim).

5. Hari Jumat – Sebagaimana dalam hadis: “Pada hari Jumat terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim memanfaatkannya untuk berdoa, pasti akan dikabulkan oleh Allah.” (HR. Bukhari & Muslim).

Agar doa dikabulkan, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan. Pertama, berdoa dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkannya. Kedua, memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ketiga, berdoa dengan rendah hati dan khusyuk. Keempat, menghindari doa yang mengandung keburukan atau permohonan yang bertentangan dengan syariat. Kelima, berdoa secara rutin dan tidak tergesa-gesa dalam menunggu.

Memperbanyak doa di bulan Ramadan adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan karena besarnya peluang doa untuk dikabulkan. Doa merupakan wujud penghambaan yang menunjukkan kelemahan manusia di hadapan Allah SWT dan ketergantungannya kepada-Nya. Al-Qur’an dan hadis menegaskan keutamaan doa serta memberikan panduan tentang waktu-waktu mustajab dan adab-adab yang perlu diperhatikan dalam berdoa.

Dalam Ramadan, terdapat banyak kesempatan untuk memanjatkan doa, terutama saat berbuka, sepertiga malam terakhir, malam Lailatul Qadar, sujud dalam salat, dan hari Jumat. Dengan memahami keutamaan dan adab-adab dalam berdoa, seorang Muslim dapat lebih maksimal dalam memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momen spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebagai umat Islam, kita sebaiknya menjadikan doa sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, tidak hanya di bulan Ramadan tetapi juga di luar bulan suci ini. Dengan doa yang tulus, ikhlas, dan penuh pengharapan, kita berharap agar segala hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT dan mendapat keberkahan di dunia serta akhirat. Wallahu a’lam bish-shawab.

Referensi:
1. Al-Qur’anul Karim.
2. Hadis Shahih Riwayat Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi.
3. Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2005.
4. Ibn Qayyim Al-Jauziyyah. Ad-Da’ wa Ad-Dawa’. Riyadh: Dar Ibn Hazm, 2010.