logo pks kepualuan riau

Website Resmi
Fraksi PKS Kepulauan Riau

Fraksi PKS, Penyambung Aspirasi Masyarakat
Kepulauan Riau

dprd kepriau (3)

Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Berinteraksi dengan Alquran (Catatan Memetik Hikmah Ramadan ke-6)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang di dalamnya terdapat keistimewaan luar biasa, salah satunya sebagai bulan diturunkannya Alquran. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).” Ayat ini menegaskan bahwa Alquran memiliki keterkaitan erat dengan Ramadan, sehingga momentum ini harus dimanfaatkan untuk semakin meningkatkan interaksi dengan kitab suci tersebut.

Interaksi dengan Alquran tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Hadis ini memberikan motivasi bagi umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai waktu terbaik dalam memperbanyak membaca dan mempelajari Alquran.

Banyak umat Islam yang hanya membaca Alquran secara rutin di bulan Ramadan tanpa berusaha memahami maknanya. Hal ini tentu perlu dievaluasi agar interaksi dengan Alquran tidak hanya bersifat kuantitatif tetapi juga kualitatif. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin menekankan pentingnya membaca Alquran dengan tadabbur, karena hal tersebut akan memberikan dampak spiritual lebih dalam.

Dalam konteks kehidupan modern, banyak godaan yang membuat umat Islam lalai dalam berinteraksi dengan Alquran. Oleh karena itu, Ramadan menjadi kesempatan emas untuk membangun kembali kebiasaan berinteraksi dengan Alquran secara lebih intensif. Melalui tulisan ini, kita akan membahas bagaimana meningkatkan kuantitas dan kualitas interaksi dengan Alquran selama Ramadan serta bagaimana cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Meningkatkan interaksi dengan Alquran selama Ramadan dapat dilakukan dalam dua aspek utama: kuantitas dan kualitas. Dari segi kuantitas, membaca Alquran secara rutin dan menargetkan khatam dalam sebulan menjadi kebiasaan yang baik. Utsman bin Affan RA pernah berkata: “Seandainya hati kita bersih, maka kita tidak akan pernah merasa cukup dengan membaca Alquran.” Oleh karena itu, memperbanyak tilawah di bulan Ramadan menjadi langkah awal yang sangat baik.

Selain membaca, memperdalam pemahaman terhadap isi Alquran juga sangat penting. Alquran bukan sekadar bacaan, tetapi juga sumber petunjuk bagi kehidupan manusia. Dalam Surah Muhammad ayat 24, Allah SWT berfirman: “Maka apakah mereka tidak mentadabburi Alquran ataukah hati mereka terkunci?” Ayat ini mengajarkan bahwa membaca Alquran tanpa merenungkan maknanya tidak akan memberi dampak maksimal bagi kehidupan seorang Muslim.

Salah satu metode untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan Alquran adalah dengan mengikuti kajian tafsir. Banyak ulama dan lembaga dakwah yang menyediakan kajian tafsir secara daring maupun luring selama Ramadan. Dengan memahami makna yang terkandung dalam Alquran, seorang Muslim akan lebih mudah mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, menghafal Alquran juga menjadi cara lain untuk meningkatkan interaksi dengan kitab suci ini. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membaca Alquran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad). Hadis ini menunjukkan keutamaan menghafal dan mengamalkan Alquran sebagai investasi pahala jangka panjang.
Agar kebiasaan ini terus berlanjut setelah Ramadan, diperlukan strategi yang konsisten seperti membuat jadwal membaca Alquran harian, mengikuti komunitas penghafal Alquran, serta menerapkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, interaksi dengan Alquran tidak hanya meningkat selama Ramadan tetapi juga berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya.

Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan interaksi dengan Alquran baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dalam Alquran sendiri disebutkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan turunnya wahyu Allah yang menjadi pedoman bagi umat manusia. Oleh karena itu, memperbanyak tilawah dan mentadabburi ayat-ayatnya merupakan ibadah yang sangat dianjurkan.

Meningkatkan kuantitas interaksi dengan Alquran dapat dilakukan dengan menetapkan target membaca hingga khatam selama Ramadan. Selain itu, meningkatkan kualitas interaksi dengan Alquran dapat diwujudkan dengan memahami tafsirnya, mengikuti kajian keislaman, serta menghafal ayat-ayat pilihan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain sebagai amal ibadah, interaksi yang intens dengan Alquran selama Ramadan juga akan memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan spiritual seorang Muslim. Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa membaca Alquran memiliki keutamaan yang besar, terutama di bulan yang penuh keberkahan ini.

Agar kebiasaan ini tetap berlanjut setelah Ramadan, umat Islam harus membiasakan diri untuk membaca dan memahami Alquran secara rutin dalam keseharian. Dengan demikian, Ramadan bukan sekadar momentum sesaat, tetapi menjadi awal dari perubahan positif dalam kehidupan seorang Muslim.

Dengan memahami, membaca, dan mengamalkan Alquran, seorang Muslim akan semakin dekat dengan Allah dan memperoleh kebahagiaan di dunia serta akhirat. Semoga kita semua dapat memanfaatkan Ramadan untuk semakin meningkatkan interaksi dengan kitab suci ini dan menjadikannya pedoman hidup yang hakiki.

Ditulis Oleh: H.  Bahktiar, Lc, MA, Wakil Ketua III DPRD Kepri dan Ketua DPW PKS Kepri

Referensi:
1.Alquran dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.
2.Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
3.Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin.
4.Tafsir Ibnu Katsir.
5.Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi.