logo pks kepualuan riau

Website Resmi
Fraksi PKS Kepulauan Riau

Fraksi PKS, Penyambung Aspirasi Masyarakat
Kepulauan Riau

dprd kepriau (3)

Meyiapkan Ramadan Terbaik

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Sekitar 5 hari lagi (sejak penulis menuliskan artikel ini pada Ahad, 23 Februari 2025) jika Allah memberikan umur yang panjang kita akan menjumpai bulan Ramadan. Ramadan, bulan yang penuh berkah, selalu dinanti-nanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Bagi setiap Muslim, Ramadan bukan sekadar bulan yang diisi dengan ibadah puasa, tetapi juga bulan yang memiliki makna mendalam dan nilai-nilai spiritual yang luar biasa. Ramadan adalah bulan yang di dalamnya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

Sejarah Ramadan pun sangat erat kaitannya dengan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Beliau menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT melalui malaikat Jibril di bulan Ramadan, yang menjadikan bulan ini begitu istimewa. Keistimewaan bulan Ramadan semakin bertambah dengan adanya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang merupakan waktu turunnya Al-Qur’an dan menjadi malam yang penuh dengan rahmat serta ampunan Allah.

Bagi umat Islam, Ramadan merupakan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa-dosa, serta memperbaharui iman dan ketakwaan. Namun, tidak semua orang bisa merasakan kedalaman makna Ramadan jika ia tidak mempersiapkan diri dengan baik. Ini adalah bulan yang mengajarkan disiplin, kesabaran, dan keikhlasan. Setiap ibadah yang dilakukan pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya, baik itu sholat, sedekah, maupun dzikir.

Momentum Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Banyak orang yang berharap agar Ramadan kali ini menjadi yang terbaik, lebih baik daripada sebelumnya. Namun, untuk bisa meraih keberkahan dan manfaat maksimal dari bulan ini, setiap Muslim perlu mempersiapkan dirinya dengan baik agar Ramadan tahun ini menjadi Ramadan yang penuh dengan makna dan nilai-nilai kebaikan yang abadi. Lantas, apa yang harus kita persiapkan?

Pertama, Persiapan Fisik dan Kesehatan. Sebelum memasuki bulan Ramadan, sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan tubuh agar bisa menjalani ibadah puasa dengan lancar. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga membutuhkan kekuatan fisik untuk menjalani berbagai aktivitas lainnya, seperti sholat tarawih.

Rasulullah SAW telah memberikan panduan dalam mengatur pola makan yang sehat, sebagaimana dalam hadis berikut:

“Tidaklah manusia memenuhi suatu wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. At-Tirmidzi, No. 2380)

Oleh karena itu, menjaga kesehatan tubuh melalui pola makan yang baik dan cukup tidur adalah hal yang harus diperhatikan. Memulai pola makan yang lebih teratur dan sehat, serta menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga ringan, bisa membantu tubuh lebih siap menghadapi bulan puasa.

Kedua, Persiapan Mental dan Spiritual.   Ramadan adalah bulan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Oleh karena itu, persiapan mental dan spiritual sangat penting. Melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas amal ibadah yang sudah dilakukan, serta menyusun niat yang tulus untuk beribadah di bulan Ramadan, akan membawa kita lebih dekat dengan Allah. Selain itu, kita juga perlu menyiapkan hati agar bisa ikhlas dan sabar dalam menjalani puasa, serta memperbanyak doa dan dzikir agar semakin khusyuk dalam beribadah.

Ketiga, Memperbanyak Ilmu Agama. Sebelum memasuki bulan Ramadan, kita juga perlu memperbanyak pengetahuan tentang ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan ini, seperti tata cara puasa, sholat tarawih, zakat fitrah, dan lain sebagainya. Mengikuti kajian agama, baik secara offline maupun online, akan memberikan kita pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana menjalani Ramadan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah, No. 224)

Dengan pengetahuan yang cukup, kita bisa lebih maksimal dalam menjalankan ibadah dan meraih keberkahan bulan ini.

Keempat, Persiapan Ekonomi dan Sosial. Ramadan juga merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak amal sosial. Membayar zakat, memberi sedekah, serta berbagi dengan sesama adalah hal yang sangat dianjurkan di bulan ini. Oleh karena itu, persiapan ekonomi juga menjadi hal yang penting. Menyisihkan sebagian penghasilan untuk zakat dan sedekah, serta memastikan kebutuhan keluarga tercukupi, akan membuat kita lebih tenang dalam menjalankan ibadah puasa. Selain itu, kita juga harus siap membantu mereka yang membutuhkan, seperti berbuka puasa bersama anak-anak yatim atau orang yang kurang mampu.

Terkait hal ini Allah berfirman

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 92)

Kelima, Persiapan untuk Memperbaiki Ibadah. Ramadan adalah bulan untuk memperbaiki kualitas ibadah kita. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri untuk meningkatkan ibadah-ibadah wajib seperti sholat lima waktu, serta ibadah sunnah seperti sholat dhuha, tahajjud, dan tarawih. Disiplin dalam beribadah akan membawa kita lebih dekat dengan Allah dan memberikan ketenangan batin yang luar biasa. Melalui persiapan ibadah yang matang, kita bisa meraih pahala yang berlimpah dan mendapat kemudahan dalam menjalani kehidupan setelah Ramadan.

Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam, bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Agar bisa meraih semua keberkahan dan manfaatnya, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Persiapan fisik, mental, spiritual, serta ekonomi dan sosial adalah aspek-aspek penting yang harus diperhatikan. Setiap langkah kecil yang kita lakukan untuk mempersiapkan diri untuk Ramadan akan memberikan dampak yang luar biasa dalam kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Sebagai umat Islam, kita harus memastikan bahwa Ramadan kali ini adalah yang terbaik. Dengan memperbaiki niat, menjaga kualitas ibadah, dan memperbanyak amal kebaikan, kita bisa menjadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah. Jangan sampai kita melewatkan kesempatan berharga ini tanpa benar-benar memanfaatkannya dengan maksimal.

Mari kita persiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menyambut bulan penuh berkah ini. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk menjalani Ramadan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, serta mengampuni dosa-dosa kita. Semoga kita semua berjumpa dengannya dan semoga Ramadan kali ini menjadi Ramadan yang terbaik dalam hidup kita.

Aamiin.

Referensi

  • Al-Qur’an, terjemahan Kementerian Agama RI.
  • Al-Bukhari, M. (2002). Shahih al-Bukhari. Dar Ibn Kathir.
  • At-Tirmidzi, M. (2007). Sunan at-Tirmidzi. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
  • Ibnu Majah, M. (2005). Sunan Ibnu Majah. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Ditulis oleh

H. Bahktiar, Lc, MA (Wakil Ketua III DPRD Kepulauan Riau dan Ketua DPW PKS Kepulauan Riau)